Selasa, 09 Desember 2014

contoh lapoan PKL



BAB I
IMG_4072.JPGPENDAHULUAN







1.1.  Latar Belakang
Praktik akuntansi merupakan mata kuliah wajib diiukuti oleh mahasiswa khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi ,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sriwijaya. Mata kuliah ini terdiri dari 4 sks dimana 3 sks dilakukan perkuliahan dikelas dan 1 sks  dilakukan Praktik Kerja Lapangan. Praktik akuntansi adalah mata kuliah yang mempelajari pembukuan keuangan (akuntansi) yang terjadi di perusahaan baik itu perusahaan jasa, dagang maupun manufaktur (pabrik). Mata kuliah ini dilakukan bimbingan secara teoritis dikelas dan praktis terjun langsung kelapagan untuk melihat aktivitas dan cara pembukuan perusahaan yang diamati dengan melakukan PKL. Tujuan dari mata kuliah praktik akuntansi adalah
a.       Mengembangkan pengetahuan mahasiswa tentang pencatatn akuntansi selain teori juga praktik lapangan
b.      Membentuk sikap kritis, peka dan jujur dalam memahami proses perkembangan akuntansi di perusahaan-perusahaan.
c.       Memberi landasan pengetahuan dan wawasan yang luas  serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup berwirausaha baik selaku individu maupun bersama.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dalam mata kuliah ini diadakanlah Praktik Kerja Lapangan (PKL).  Praktek Kerja Lapangan adalah salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan dikampus   dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung didunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu atau melihat realita langsung yang terjadi di perusahaan. PKL pada Mata kuliah Praktik Akuntansi dilakukan Pada tanggal 30 November – 06 Desember dengan melakukan Studi Banding Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta dan Observasi perusahaan yang ada di tiga kota yaitu Yogyakarta, Bandung, Jakarta yang meliputi:
1.       Universitas Negeri Yogyakarta
2.       Perusahaan Bakvia Pathok Bu Vera
3.       Perusahaan Perak
4.       Keraton Yogyakarta
5.       Kawasan Malioboro
6.       Kawasan Cibaduyut “Grutty Shoes”
7.       Kawasan Ciampelas “Pinokio”
8.       Dunia Fantasi Ancol
Pada lokasi ini mahasiswa ditugaskan untuk mencari informasi tentang sistem pembelian, sistem penjualan, persedian bahan baku, penggajian dan pengupahan, serta pemasaran produk pada perusahaan yang dikunjungi. Disini mahasiswa dituntut untuk bisa mengobservasi secara langsung sistem yang ada diperusahaan yaitu adalah sistem pencatatan keuangan perusahaan agar bisa mengimbangi teori yang didapat dikampus dan praktik yang terjadi dilapangan.
Dalam praktik kuliah lapangan ( PKL ) yang telah dilakasanakan beberapa minggu yang lalu (tepatnya pada 30  November–  06 Desember 2014 ) , ada beberapa hal yang menjadi fokus pengamatan kami yaitu :
1.       Sistem penjualan 
2.       Sistem pembelian
3.       Sistem penggajian dan pengupahan
4.       Sistem akuntansi persediaan dan aktiva tetap
5.       Pemasaran Produk
1.2.  Tujuan Praktik Kerja Lapangan
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang telah dilaksanakan untuk setiap mahasiswa/i merupakan program keahlian yang tentunya mempunyai tujuan yang telah direncanakan dan diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa.
Adapun tujuan penyelenggaraan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk:
a.       Melihat dan membandingkan sistem pencatatan satu perusahaan dan perusahaan lain
b.      Untuk merealisasikan pengetahuan yang didapat dari kampus  dengan pekerjaan yang sebenarnya di perusahaan.
c.       Melihat strategi pemasaran yang dilakukan masing masing perusahaan untuk menarik pelanggan.
d.      Melihat sistem pencatatan keuangan setiap perusahaan
e.      Membandingkan Pembelajaran Praktik akuntansi di UNY dan UNSRI
1.3.  Manfaat Praktik Kerja Lapangan
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki manfaat, demikian pula dengan kegiatan praktek kerja lapangan yang telah selesai dilaksanakan. Adapun manfaat dari kegiatan praktek kerja lapangan adalah sebagai berikut:
1.       Membekali mahasiswa tentang akuntansi tidak hanya teorinya saja tetapi praktiknya
2.       Membekali mahasiswa tentang jiwa wirausaha dan Strategi pemasaran untuk menarik para pelanggan
3.       Mahasiswa dapat menerapkan teori akuntansi yang dipelajari dikampus pada kehidupan nyata.





   BAB II
PEMBAHASAN
PERUSAHAAN/ TEMPAT YANG DIKUNJUNGI

2.1IMG_3780.JPGIMG_3741.JPG Kunjungan ke Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta





2.1.1    Sejarah singkat Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
Sejarah berdirinya Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) tidak dapat terlepas dari sejarah berdirinya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sebelum menjadi UNY dulunya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta. IKIP Yogyakarta sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaka Kependidikan (LPTK) berdiri sejak tanggal 22 Mei 1963 berdasarkan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 55 Tahun 1963. Salah satu fakultasnya adalah Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial (FKPS) yang diresmikan oleh menteri PTIP tanggal 21 Mei 1964. Keputusan ini dikuatkan dengan Keputusan Presiden RI Nomor 268 Tahun 1965, tanggal 14 September 1965.
Dalam rangka memantapkan fungsi keguruan di bidang Ilmu Sosial, rektor IKIP Yogyakarta mengeluarkan surat keputusan Nomor 05 tahun 1965 yang isinya antara lain pergantian nama FKPS menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS). Untuk menekankan ciri kependidikannya maka berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 54 tahun 1982 tertanggal 7 September 1982 tentang susunan organisasi IKIP Yogyakarta FKIS berubah menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS).
Selaras dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) dan tuntutan dunia kerja, IKIP Yogyakarta dikembangkan menjadi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 93 tahun 1999, tanggal 4 Agustus 1999. Hal ini diikuti dengan perubahan nama fakultas di lingkungan UNY, FPIPS berubah menjadi FIS, yang disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 274/0/1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja UNY. Dengan perubahan nama tersebut, FIS berwenang menyelenggarakan program studi bidang keguruan dan nonkeguruan.
Upaya perubahan dan pengembangan terus dilakukan untuk memenuhi tuntutan masyarakat. Oleh karena itu diusulkanlah perubahan nama FIS menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 274/O/1999 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Yogyakarta, FIS berubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE).
Guna memenuhi tuntutan perkembangan dunia kerja maka FISE pun berkembang menjadi dua fakultas yaitu FIS dan FE berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja UNY pada tanggal 22 Juni 2011. Dengan demikian tanggal 22 Juni 2011 ditetapkan sebagai tanggal lahirnya Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Visi Fakultas Ekonomi
“Menjadi fakultas ekonomi yang unggul dalam bidang pendidikan dan ilmu ekonomi yang berlandaskan ketaqwaan, kemandirian, dan kecendekiaan serta berwawasan ekonomi kerakyatan, kewirausahaan, dan nilai budaya luhur. “

Misi Fakultas Ekonomi
1.       Melaksanakan pembelajaran dalam lingkungan yang kondusif untuk membentuk sumber daya  manusia yang memiliki komitmen dalam mengembangkan dan menerapakan ilmu ekonomi dan  pendidikan ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2.       Melakukan kajian, pengembangan, dan penerapan ilmu ekonomi dan pendidikan ekonomi untuk  memberikan kontribusi dalam pembangunan masyarakat
3.       Melaksanakan pengabdian masyarakat yang berkualitas di bidang ilmu ekonomi dan pendidikan  ekonomi, serta mengembangkan jejaring industri, pemerintah dan masyarakat
4.       Menyelenggarakan tata kelola yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel
Berikut ini jurusan yang berada di bawah FE:
  1. Jurusan Pendidikan Ekonomi (Meliputi Prodi Pendidikan Ekonomi)
  2. Jurusan Pendidikan Akutansi (Meliputi Prodi Pendidikan Akuntansi, Akuntansi dan Diploma-3 Akuntansi)
  3. Jurusan Manajemen (Meliputi Prodi Manajemen dan Diploma-3 Manajemen Pemasaran)
  4. Jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran (Meliputi Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran dan Diploma-3 Sekretaris)
2.1.2    Sarana dan Unit Penunjang FE UNY
1. Sarana Penunjang :
a. Laboratorium Micro Teaching
b. Laboratorium Komputasi Akuntansi 
c. Laboratorium Komputasi Manajemen
d. Laboratorium Komputasi Ekonomi 
e. Laboratorium Kewirausahaan / Enterpreneurship Education Centre (EEC) 
f. Laboratorium Koperasi 
g. Laboratorium Pojok Bursa 
h. Laboratorium Pemasaran D3 
i. Laboratorium Akuntansi dan Auditing (Manual) 
j. Laboratorium Perbankan Syariah 
k. Laboratorium Audio Visual 

2. Unit Penunjang 
a. Unit Pengembang Fakultas 
b. Unit Humas 
c. Unit Penjamin Mutu Pendidikan 
d. Unit Jurnal 
e. Unit Pengembang Manajemen 
f. Unit Pengembangan Akuntansi 
g. Unit usaha 
h. Unit Referensi (Ruang Baca) 

2.1.3    Kegiatan Kunjungan di Fakultas Ekonomi UNY
Fakultas Ekonomi menerima kunjungan edukasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, . Sebanyak lebih dari 60 mahasiswa beserta para dosen pendamping dari Jurusan IPS, Program Studi Pendidikan Ekonomi, memadati Ruang Ramah Tamah Fakultas Ekonomi (FE) UNY. Rombongan yang dipimpin Dra. Yulia Djahir, M.M., Ph.D, ini melakukan kunjungan dengan maksud mempelajari proses pembelajaran dalam praktik Akuntansi yang dilaksanakan di FE UNY. Rombongan diterima langsung oleh Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, MSi Wakil Dekan II, M. Djazari, MPd dan Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi, Daru Wahyuni, M.Si.
Dalam sambutan awalnya, ibu Yulia Djahir mengungkapkan bahwa FE UNY adalah sahabat lama. “Sudah lebih dari lima belas tahun hubungan baik ini terjalin. Jadi, saya selalu rindu untuk datang kembali kemari,” ujarnya.
Dalam paparannya, ibu Yulia memperkenalkan program studinya. Di Unsri, Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi tergabung dalam Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial bersama dengan 2 program studi lainnya, yaitu Pendidikan Sejarah, dan Pendidikan PKn. Selain itu, terdapat pula kelas ekstensi untuk ketiga program studi tersebut.
Secara umum, praktik akuntansi di FE UNY menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah didapat. “Di FE UNY terdapat laboratorium yang mendukung seperti Laboratorium Auditing, Laboratorium Komputasi Akuntansi, dll. Selain praktik di laboratorium kampus, mahasiswa juga mengunjungi berbagai lembaga seperti BMT atau bank untuk mengetahui berbagai hal secara langsung,” ungkap Djazari.
Dalam kunjungan ini,  mahasiswa beserta dosen berkesempatan menengok Islamic Mini Bank (IMB) dan Entrepreneurship Education Center (EEC), laboratorium perbankan syariah dan laboratorium kewirausahaan yang dimiliki FE UNY dan bisa dimanfaatkan semua kalangan civitas akademika UNY. Staf IMB dan EEC menjadi sasaran berbagai pertanyaan yang datang dari mahasiswa dan dosen mengenai cara kerja kedua laboratorium ini. Tak hanya itu, para mahasiswa tampak antusias memborong beberapa makanan cemilan yang dijajakan di EEC.
2.2IMG_3873.JPGIMG_3865.JPG Kegiatan Pembuatan dan Penjualan Makanan Khas Yogyakarta “Bakpia bu Vera”- Yogyakarta







2.2.1    Pengertian dan Sejarah Bakpia Pathok Bu Vera
Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Selain itu pula bakpia mulai diproduksi di kampung Pathok Yogyakarta, Yogyakarta Terkenal dengan makanan khasnya bakpia, Jogja juga disebut kota bakpia. Bakpia terbuat dari tepung terigu yang berisi banyak varian seperti keju, kacang hijau, ubi ungu, kumbu hijau, kumbu hitam kemudian dipanggang. Kini semakin banyak varian rasa untuk bakpia yang ditawarkan. Sebenarnya bakpia bukan makanan asli dari Jogja melainkan dari Tionghoa yang berarti roti isi daging.
Bakpia Pathok Bu Vera didirikan oleh bu Vera pada tahun 1988 yang beralamat di jalan Jogja Solo Km 13 Kalasan Yogyakarta.
2.2.2    Bahan dan Cara Membuat Bakpia Pathok Bu Vera
a.       Bahan baku membuat kulit bakpia adalah terigu, gula, mentega, garam
b.      Bahan membuat isian bakpia adalah kacang,keju, duren, coklat
c.       Cara membuat Bakpia Pathok Bu Vera
1.       Adonan bakpia terdiri dari terigu, gula,mentega yang telah diaduk rata dibentuk bola-bola kecil dan kemudian dipipihkan
2.       Setelah adonan kulit bakpia dipipihkan kemudian dimasukkan isian bakpia misalnya variasi rasa coklat,duren,kacang , atau keju
3.       Setelah bakpia terbentuk kemudian disusun dalam Loyang dan dimasukan kedalam oven sekitas 15-20 menit dengan temperature 200 derajat
http://3.bp.blogspot.com/-2eUAUJHdzCQ/UsAPe0r8IxI/AAAAAAAAAD8/uK8z_zSxUj8/s1600/PicsArt_1388345046473.jpg
Bakpia Pathok Bu Vera memiliki dua jenis bakpia yaitu bakpiah kering dan bakpia basah. Perbedaan bakpia kering dan basah terletak pada adonan dan lamanya memanggang dalam oven. Perbedaanya adalah sbb:
a.       Bakpia basah dipanggang dengan api besar dan adonan kulitnya berwarna putih dan daya tahanya hanya 5 hari. Bakpia basah contohnya bakpia kacang hijau.
b.      Bakpia kering dipanggang dengan api kecil dengan waktu yang agak lama dan adonannya berwarna kuning dan daya tahannya bisa sampai 1 bulan.contoh bakpia kering adalah bakpia rasa coklat,keju,duren dll.
2.2.3     Sistem pembelian dan penjualan Bakpia Pathok Bu Vera
Sistem penjualan dan pembeliannya menggunakan mesin kasir. Tempat produksi dan toko bersebelahan dan pada pencatatan masih menggunakan sistem Manual tidak terkomputerisasi.
2.2.4     Sistem Penggajian/ Pengupahan
Bakpia Pathok Bu Vera memiliki sekitar 30 karyawan dan sistem penggajianya dilakukan seminggu sekali. Besar kecilnya gaji tergantung pada spesialisasi kerja dan keahlian ditambah bonus dan ketekunan bekerja
2.2.5    Pemasaran Produk
Pemasaran Produk Bakpia Pathok Bu Vera hanya mencakup daerah Yogyakarta dan Bakpia Pathok Bu Vera memiliki 3 cabang
1.       Bakpia Pathok Bu Vera jaln Parangteritis
2.       Bakpia Pathok Bu Vera di jalan Jogja Solo Km 13 Kalasan Yogyakarta
3.       Bakpia Pathok Bu Vera Jl. Wonosari km 10 Piyungan Bantul Jogja

2.3IMG_3987.JPG Sentra kerajinan Perak NARTI’S SILVER terbesar di Yogyakarta – Yogyakarta






2.3.1 NARTI’S SILVER (Exclusive & Traditional Silvercraft) kota Gede Yogyakarta
Yogyakarta merupakan salah satu tujuan wisata di Indonesia yang terkenal akan budayanya yang khas dan kaya akan kesenian dan kerajinan. Salah satu tujuan wisata di Yogyakarta adalah kota Gede. Kota gede adalah kota tua bekas Ibukota kerajaan Mataram, Kota Kotagede merupakan kota warisan (heritage) yang amat berpotensi bagi kemakmuran masyarakatnya. kota gede terkenal akan kerajinan peraknya. Kotagede terletak sekitar lima kilometer arah tenggara kota Yogyakarta. Kotagede adalah sebuah kota tua yang tenang dan nyaman dengan kerajinan perak sebagai komoditas utama di kota yang juga terkenal akan keramah-tamahan penduduknya. Lokasi pengrajin perak ada di hampir setiap sudut Kotagede, Mulai dari pasar Kotagede hingga Masjid Agung dan bekas Istana Mataram Islam. Kerajinan perak Kotagede merupakan budaya turun temurun yang pada awalnya berupa kerajinan emas, perak dan tembaga. Pada akhirnya, kerajinan peraklah yang berkembang. 
Seni kerajinan perak Kotagede muncul bersamaan dengan Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, abdi dalem kriya diperintahkan untuk membuat perhiasan dari emas dan perak. Kemudian di masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII, beliau sangat terpikat dengan keindahan kerajinan logam ini kemudian memerintahkan abdi dalem kriya untuk meneruskan dan mengembangkan seni kerajinan logam tersebut. Keberadaan perajin perak muncul seiring dengan lahirnya Mataram, juga tak luput dari peran Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang masuk ke Yogyakarta sekitar abad ke-16 silam. Waktu itu, banyak pedagang VOC yang memesan alat-alat rumah tangga dari emas, perak, tembaga, dan kuningan ke penduduk setempat.
a.       Bahan Baku Bahan baku kerajinan perak Kota Gede ada 2 yaitu lembaran perak yang biasa disebut Gilapan dan benang-benang perak yang biasanya disebut Trap atau Filigran. Dalam setiap proses pembuatannya, ternyata tidak sepenuhnya berbahan dasar perak murni melainkan ada pencampuran dengan tembaga. Seratus persen perak dicampur dengan tembaga 7,5%. Sebab kalau perak murni terlalu lembek dan kurang kuat untuk dijadikan barang kerajinan, oleh karenanya dicampur tembaga sebagai pengerasnya.
b.       Produk Sedikitnya ada empat jenis tipe produk yang dijual, yakni filigri (teksturnya berlubang-lubang), tatak ukir (teskturnya menonjol), casting (dibuat dari cetakan), dan jenis handmade (lebih banyak ketelitian tangan, seperti cincin dan kalung). Secara umum hasil kerajinan perak di kota ini terbagi dalam 4 jenis, yaitu aneka perhiasan (kalung, gelang, cincin, anting), miniatur seperti kapal dan candi, dekorasi atau hiasan dinding dan aneka kerajinan lainnya.
c.       Keunggulan
Pengrajin perak di Kotagede terkenal dengan produknya yang unik, halus dan telaten dalam menggarap produk peraknya sehingga menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Perak kotagede merupakan souvenir yang sangat berharga dan koleksi yang bisa diwariskan antar generasi.
d.        Harga
      Harga jual kerajinan perak Kotagede bervariasi, mulai yang termurah bros rata-rata Rp 10 ribu, cincin perak mulai harga Rp 100 ribu, miniatur becak Rp 250 ribu, miniatur andhong Rp 200 ribu hingga miniatur kapal layar, perlengkapan makan, dan miniatur Candi Borobudur yang kesemuanya bisa mencapai harga hingga Rp 30 juta tergantung tingkat kerumitan dan banyaknya bahan baku yang digunakan.
e.        Motif
Motif kerajinan perak Kotagede biasanya bercorak tumbuh-tumbuhan, motif daun dan bunga teratai. Ciri khas yang tetap dipertahankan adalah pengerjaan produksi kerajinan secara manual dengan tetap mengandalkan ketrampilan tangan. Baik kerajinan perak lempengan atau kerajinan perak filigri (seutas kawat perak tipis dipilin satu persatu dan dirangkai sedemikian rupa untuk memperoleh bentuk yang dikehendaki) dikerjakan dengan penuh ketelitian. Sebagian lagi memerlukan proses yang berbeda, misalnya dengan melalui proses pembakaran untuk memperoleh perak bakar yang juga banyak digemari.
Pemaparan diatas telah menjelaskan mengenai kerajinan perak kota gede baik itu sejarahnya, bahan baku, produk yang dihasilkan, harga dan motif nya bahkan problematika yang dihadapi para pengrajin perak dikota gede. Salah toko atau pengrajin perak yang dikunjungi oleh penulis adalah toko perak NARTI’S SILVER.
2.3.2          Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang mempunyai potensi cukup besar. Hal tersebut mendorong berkembangnya produk dan pemasaran barang kerajinan rakyat. Salah satu jenis kerajinan yang diusahakan dan pemasarannya cukup baik adalah kerajinan perak. Kerajinan perak kotagede adalah kerajinan tangan yang dibuat oleh tangan-tangan terampil para perajinnya. Mereka mewarisi ketrampilan dan pengalaman dalam membuat kerajinan ini selama ratusan tahun. Pada jaman dahulu mereka telah melayani pembuatan perhiasan dan perabotan khusus dengan cita rasa seni yang tinggi untuk kepentingan kraton. Dan hari ini, NARTI’s SILVER mewarisi ketrampilan dan pengalaman tersebut, lewat kerajinan perak berdesain eksklusif dengan jaminan perak 925%. Dengan produksinya yang berkualitas ekspor, NARTI’s SILVER merupakan pilihan yang terbaik untuk dikunjungi.
Dengan melihat perkembangan kerajinan perak di Daerah Istimewa Yogyakarta, maka Ny. Hj. Sunarti Sumartinah terdorong untuk mendirikan perusahaan kerajinan perak yang bernama NARTI’S SILVER yang didirikan pada tahun 1975. Pemberian nama NARTI’S SILVER adalah merupakan kependekan dari nama Ny. H. Sunarti Sumartinah dan juga atas pertimbangan bahwa nama tersebut mudah diingat dan mudah diucapkan wisatawan asing khususnya dan wisatawan nusantara pada umumnya. Pada saat pendirian perusahaan perak NARTI’S SILVER, sudah tumbuh keinginan atau cita-cita mengarahkan produk kerajinan perak tersebut untuk mampu menembus pasar luar negeri.
Dengan semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan kerajinan perak di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Maka perusahaan perak NARTI’S SILVER berusaha lebih keras untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah dan konsumen / masyarakat umum. Dan usaha tersebut terealisir dalam surat keputusan tentang Izin Usaha yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Mendag No. 59/12-5/PK II/1989.
2.3.3          Lokasi Perusahaan
Perusahaan perak NARTI’S SILVER berlokasi di Jalan Tegalgendu No. 22, desa Tegalgendu, kecamatan Kotagede, kotamadya Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan lokasi berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
1. Pertimbangan Teknis
     Secara teknis, lokasi perusahaan dekat dengan sumber daya manusia (tenaga kerja), sehingga tidak banyak mengalami kesulitan / hambatan dalam pengadaan tenaga kerja.
2.    Pertimbangan Sosial Ekonomi
Dilihat dari segi sosial ekonominya, maka perusahaan ini letaknya sangat strategis karena berada di tepi jalan besar dan adanya kenyataan bahwa Kotagede merupakan sentral kerajinan, khususnya perak, sehingga wisatawan cenderung untuk datang dan melihat langsung proses pembuatan kerajinan perak.

3. Pertimbangan Transportasi
Karena lokasi tersebut berada di tepi jalan besar, maka lebih memudahkan dalam hal pengangkutan baik bahan baku maupun hasil produksi, sehingga biaya transportasi dapat ditekan seminimal mungkin.
Dilihat dari lokasi perusahaan tersebut dapat disimpulkan bahwa letak perusahaan perak NARTI’S SILVER sangat strategis. Sehingga memudahkan para konsumen dalam melakukan transaksi jual beli. Disamping itu perusahaan perak NARTI’S SILVER juga menyediakan parkir yang luas, sehingga memberikan rasa nyaman bagi para konsumen yang memarkirkan kendaraan. Dengan demikian lokasi perusahaan perak NARTI’S SILVER benar-benar tepat dan proses jual beli produk perak dapat berjalan dengan lancar. Sehingga perusahaan perak NARTI’S SILVER dapat meningkatkan omzet penjualan.
2.3.4 Bahan Baku
                Bahan baku berupa perak murni didapatkan dari PT. Aneka Tambang dan didistribusikan melalui Koperasi Pengrajin dan Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y) dan NARTI’S SILVER juga membeli dari pihak swasta yang sudah menjadi supplyer tetap, sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga.
2.3.5  Tenaga Kerja
Sampai sekarang perusahaan NARTI’S SILVER telah berhasil menampung tenaga kerja kurang lebih 252 orang,  dengan  rincian sebagai berikut:
1. Staff Kantor dan Administrasi : 30 orang
Karyawan Laki-laki : 15 orang
Karyawan Perempuan : 15 orang
2. Pengrajin Dalam / Workshop : 21 orang
Karyawan Laki-laki : 18 orang
Karyawan Perempuan : 3 orang
3. Pengrajin Luar : ± 150 orang
Mereka bekerja di rumah masing-masing ( Home Produksi ), kemudian disetorkan ke perusahaan NARTI’S SILVER). Untuk menjadi karyawan dari Narti’s silver haruslah mempunyai keahlian atau skill baik itu pengrajin maupun  staff kantor dan administrasi.

2.3.6 Jenis Produk Yang Dihasilkan
Hasil produksi dari perusahaan perak NARTI’S SILVER dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :
1. Jenis Perhiasan Wanita
Sebagai contoh berupa : cincin, bros, gelang, kalung, liontin, anting-anting, dll.
2. Jenis Perhiasan Pria
Jenis perhiasan pria ini antara lain : cincin, gelang, kalung, dll.
3. Jenis Perhiasan / Peralatan Rumah Tangga
Antara lain : pigura, sendok, coffee set, tea set, dll.
4. Jenis Hadiah
Antara lain : vas, kotak pil, gantungan kunci, dll.
5. Jenis Miniatur
Miniatur termasuk kapal, hewan, kuil, kendaraan transportasi tradisional dan rumah-rumah tradisional.

Dari bahan baku perak murni, dapat dibuat menjadi bermacam-macam perhiasan maupun peralatan rumah tangga yang dalam hal ini dapat dikategorikan menjadi 2 jenis, yakni :
1.       perak solid/gilapan
Solid Silver Kerajinan perak ini berbahan utama perak lempengan/lembaran perak. Material ini lebih fleksibel untuk dibentuk atau digunakan membuat kerajinan perak. Biasanya digunakan sebagai bahan utama untuk membuat perlengkapan makan dari perak seperti nampan, piring, mangkok dan lain sebagainya. Selain itu juga sering digunakan untuk membuat miniatur dan perhiasan-perhiasan.

2.        Perak filigree/trap-trapan
Perak Filigree atau yang di Kotagede sering dikenal dengan istilah perak Trap adalah jenis kerajinan perak yang bermaterial benang/kawat perak yang sangat lembut yang dipilin dan dipres/dibuat plat. Benang-benang perak inilah yang digunakan untuk membuat motif atau dekorasi kerajinan perak. Benang perak/filigree ini bukan hanya digunakan untuk membuat perhiasan/asesories saja, tapi juga digunakan untuk membuat bermacam-macam miniatur seperti miniatur becak, kereta kuda, harley davidson dan juga bermacam-macam hiasan dinding seperti hiasan motif wayang dan lain sebagainya. Sampai sekarang perak filigree masih mempunyai tempat di hati penggemar perak karena jenis kerajinan inilah yang sampai sekarang belum bisa digantikan oleh mesin. Dengan kata lain kerajinan perak filigree inilah kerajinan perak yang benar-benar handmade (buatan tangan).
2.3.7 Proses Produksi
Dari bahan baku perak murni, dapat dibuat menjadi bermacam-macam perhiasan maupun peralatan rumah tangga yang dalam hal ini dapat dikategorikan menjadi 2 jenis, yakni perak solid/gilapan dan perak filigree/trap-trapan, sebagai contoh ada : cincin, kalung, gelang, sendok, garpu, hiasan dinding dan lain sebagainya. Secara garis besar proses produksi kerajinan perak adalah sebagai berikut :
I. PROSES PRODUKSI KERAJINAN PERAK SOLID/GILAPAN :
1. Peleburan
Perak murni yang merupakan bahan baku utama dilebur dengan campuran logam lain (tembaga atau kuningan ± 7,5 %) sebagai bahan penolong/penguat. Proses ini untuk menentukan kadar perak yang dikehendaki. Dari proses ini akan kita dapatkan batangan-batangan perak, yang dalam proses berikutnya dapat kita buat menjadi kawat ataupun lempengan perak dalam berbagai ukuran. Proses ini adalah proses yang paling sulit pengerjaannya, karena cukup menguras tenaga melebur perak dan tembaga atau kuningan.
2. Palon
Palon adalah bagian yang mengerjakan bentuk dasar dari kerajinan perak. Dalam proses ini, batangan perak yang kita dapatkan tadi kita tempa hingga mendapatkan bentuk yang lurus dan rata.
3. Ondel
Adalah merubah bentuk dasar yang telah diperoleh, menjadi bentuk yang dikehendaki.
4. Tatah
Adalah bagian yang mengerjakan ukiran untuk menghiasi barang kerajinan. Pada proses ini diperlukan keahlian mengukir serta ketelitian.
5.  Stel
Tugas bagian stel adalah merangkaikan barang-barang yang telah diukir, sehingga menjadi bentuk barang yang dikehendaki.
6. Mbabar
Proses ini akan menjadikan perak tersebut matang, dengan cara dibakar kemudian dimasukkan ke dalam rebusan air tawas, secara berulang-ulang sampai putih bersih hingga siap untuk dipoles atau disangling.
7. Sangling atau Poles
Adalah proses membuat mengkilat hasil kerajinan perak dengan cara digosok dengan ujung jarum baja dan busa buah lerak. Dalam proses ini juga telah digunakan mesin pemoles, biasanya untuk jenis produk perak solid atau gilapan.

II. PROSES PRODUKSI KERAJINAN PERAK FILIGREE/TRAP-TRAPAN.

1. Peleburan
Perak murni yang merupakan bahan baku utama dilebur dengan campuran logam lain (tembaga atau kuningan ± 7,5 %) sebagai bahan penolong/penguat. Proses ini untuk menentukan kadar perak yang dikehendaki. Dari proses ini akan kita dapatkan batangan-batangan perak, yang dalam proses berikutnya dapat kita buat menjadi kawat ataupun lempengan perak dalam berbagai ukuran. Proses ini sama dengan proses peleburan pada teknik solid.
2. Pengurutan
Proses pengubahan bahan baku perak (batangan) menjadi kawat perak berbagai ukuran. Proses ini hanya terjadi pada perak filigree tidak terjadi pada perak solid.
3. Pembuatan Pola/Ngrancang
Proses pembuatan pola sesuai desain yang dikehendaki menggunakan
kawat yang berukuran lebih besar dari kawat yang digunakan untuk proses pembuatan isian/ornament, dengan dipres/diplepet dahulu (diameter 1,2 mm atau lebih).
4. Pembuatan Benang perak/Nampar & Mlepet
Proses pembuatan benang perak dengan cara, 2 helai kawat perak atau lebih yang ukuran diameternya kurang dari 0,21 mm dipilih menjadi satu, kemudian dipres/diplepet. Penggunaan ukuran kawat disesuaikan dengan desain yang telah ditentukan.
5. Pengisian Pola/Natrap
Proses pengerjaan ornament atau hiasan dengan kawat isian ke dalam pola yang telah jadi.
6. Matri/Pengelasan
Proses penyatuan kawat isian yang telah menjadi ornamen-ornamen pada pola, dengan cara lebih dahulu ditaburi serbuk patri kemudian disemprot dengan api.
7. Stel
Proses merangkaikan/menggabungkan pola-pola yang telah terisi ornamen-ornamen sesuai dengan desain yang telah ditentukan.
8. Mbabar
Proses ini akan menjadikan perak tersebut matang, dengan cara dibakar kemudian dimasukkan ke dalam rebusan air tawas, secara berulang-ulang
sampai putih bersih hingga siap untuk dipoles / disangling.
9. Sangling atau Poles
Adalah proses membuat mengkilat hasil kerajinan perak dengan cara digosok dengan ujung jarum baja dan busa buah lerak. Dalam proses ini juga telah digunakan mesin pemoles, biasanya untuk jenis produk perak solid atau gilapan.

2.3.8 Saluran Distribusi Yang Digunakan.
Dalam usaha memasarkan barang-barang hasil kerajinan perak ke luar negeri, maka NARTI’S SILVER menerapkan kebijaksanaan dengan mata rantai sebagai berikut :

1. Dari Produsen langsung ke Konsumen
Dalam hal ini perusahaan NARTI’S SILVER selaku eksportir (eksportir produsen), yaitu produsen langsung mengekspor barangnya ke konsumen akhir di luar negeri berdasarkan pesanan.  Hal ini juga berlaku untuk di dalam negeri, perusahaan Narti’s silver selaku produsen mengirim barang atau kerajinan perak ke konsumen sesuai pesanan baik itu di Jogjakarta maupun  kota-kota lain di Indonesia .

2. Dari Produsen ke Importir.
Dalam hal ini importer bertindak sebagai wholesaler untuk selanjutnya didistribusikan kepada pengecer di luar negeri.

3. Dari Produsen kepada Eksportir di Yogyakarta kemudian kepada Importir.
Dalam hal ini perusahaan NARTI’S SILVER selaku produsen mengirim barang ke eksportir yang ada di Jogjakarta sesuai pesanan kemudian eksportir menyerahkan ke importir di luar negri kemudian importir ke konsumen akhir.

4. Dari Produsen dibeli wisatawan asing yang datang ke Yogyakarta kemudian dibawa ke luar negeri.
Dalam hal ini perusahaan tidak mengekspor barang namun melainkan wisatawan itu datang sendiri ke toko kemudian mebeli kerajinan yang di inginkan kemudian dibawa ke luar negeri.

5. Dari produsen langsung dibeli oleh pembeli atau wisatawan domestik
Dalam hal ini NARTI’S SILVER selaku produsen menjual kerajinan perak yang ia hasilkan langsung kepada pembeli atau wisatawan domestik yang datang langsung ke perusahaan atau toko.

6. Dari Produsen dibeli Eksportir luar Yogyakarta, baru kemudian dikirim ke luar negeri.
Dalam hal ini hampir sama dengan poin 3 (tiga) namun yang membedakan adalah eksportirnya jika pada poin 3 9 ( tiga ) eksportirnya berasal dari Yogyakarta tapi pada poin ini eksportirnya berada di luar kota Jogjakarta dan untuk selanjutnya sama dengan poin 3 ( tiga ).

7. Dari Produsen dikumpulkan oleh Koperasi kemudian dibeli Eksportir dan dijual ke luar negeri.
Hampir sama dengan poin –poin di atas namun bedanya produsen tidak langsung berhunbungan dengan eksportir melainkan melalui perantara koperasi.

2.3.9 Strategi Pemasaran
a. Periklanan
1.       Mencetak brosur.
2.       Mencetak stiker.
3.       Mencetak kalender.
4.        Mencetak kaos.
5.       Pemasangan papan nama.
b. Promosi Penjualan
1.       Pameran
2.       Potongan Harga
3.       Melalui internet :
1.       Via web yaitu  dalam
2.       Via sosial network yaitu melalui facebook @ Narti's Silver Kotagede Jogja
3.       Via e-mail: nartis@indosat.net.id
I. Daerah Pemasaran dan Persaingan
Daerah pemasaran untuk produk yang dihasilkan oleh NARTI’S SILVER meliputi daerah-daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Ujungpandang, dan juga Yogyakarta sendiri. Sedangkan untuk daerah pemasaran luar negeri meliputi Negara-negara di Asia, Eropa, Amerika, Australia. Dalam memasarkan produknya, NARTI’S SILVER banyak menghadapi para pesaing yang ada. Seperti kita tahu bahwa di daerah Kotagede banyak perusahaan sejenis dan letaknya berdekatan satu sama lain. Hal ini membuktikan bahwa persaingan itu sangat kuat dan ketat. Namun NARTI’S SILVER mampu bertahan dan bersaing dengan baik karena narti’s silver mempunyai produk-produk yang khas dan berkualitas baik.
Dalam menghadapi persaingan ini perusahaan perak NARTI’S SILVER menggunakan beberapa cara agar dapat bertahan di dalam pasarnya, yaitu :
1. Menjaga kualitas
2. Pemberian harga yang relatif lebih murah
3. Penjualan secara kredit
2.3.10. Visi & Misi Perusahaan
Visi:
“MEMBANGUN SEBUAH PERUSAHAAN PENGHASIL KERAJINAN PERAK YANG MEMILIKI KWALITAS PRODUK SERTA DAYA SAING YANG TINGGI”
Misi:
“MEMAKSIMALKAN KEMAMPUAN DAN KEUNGGULAN DALAM DESAIN, PROSES PRODUKSI, MANAJERIAL SERTA PELAYANAN KEPADA PARA KONSUMEN”

2.3.11      Sistem pengendalian intern
Untuk menghindari terjadinya praktek-praktek yang salah dalam perusahaan, perusahaan Narti’s Silver melakukan beberapa untuk menghindarinya, salah satunya dengan cara mengadakan perputaran jabatan ( job rotation ). Job rotation ini dilakukan dalam kurun waktu yang tidak tentu, tetapi pasti atau rutin dilakukan. Perputaran jabatan bertujuan untuk menciptakan praktik yang sehat dalam perusahaan dan untuk menghindari terjadinya korupsi.
2.3.12 Sistem penjualan
Dalam hal sistem penjualan NARTI’S SILVER melayani sistem penjualan tunai maupun kredit. Transaksi penjualan tunai  terdiri dari : over the counter sale, cash on delivery sale, credit card sale. Dan untuk penjulan kredit Narti’s Silver melakukan penjualan kredit dengan menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Dalam hal sistem penjualan Narti’s Silver termasuk perusahaan yang uptodate terhadap perkembangan zaman, terbukti NARTI’S SILVER juga melayani sistem penjualan online, dimana sistem ini sedang marak digunakan, Narti’s Silver pun tak ingin ketinggalan sistem yang tergolong baru ini demi meningkatkan penjualannya dan memudahkan konsumen untuk berbelanja kerajinan perak Narti’s Silver.
Penjualan di Narti’s Silver dapat dikatakan tidak pernah mengalami kemerosotan yang sangat drastic, hal itu dapat terjadi karena sistem yang digunakan di perusahaan tersebut baik dan tepat. Serta Narti’s Silver selalu menjaga kualitas perak mereka agar para pelanggan dan konsumen puas, mereka selalu menggunakan perak 925% setiap kerajinan yang mereka produksi. Dan Narti’s Silver juga melakukan berbagai macam promosi untuk meningkatkan penjualan mereka, yaitu : mengikuti pameran, memberikan potongan harga, serta promosi di internet.
2.3.12      Sistem pembelian
Sistem pembelian di perusahaan Narti’s Silver ini berfungsi untuk membeli barang-barang yang akan digunakan untuk proses produksi maupun untuk digunakan sebagai barang dagang.  Sistem pembelian ini lah yang akan menentukan supplyer yang akan digunakan. Dalam hal bahan baku perusahaan Narti’s Silver telah bekerja sama dengan PT. Aneka Tambang dan didistribusikan melalui Koperasi Pengrajin dan Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y) dan NARTI’S SILVER juga membeli dari pihak swasta yang sudah menjadi supplyer tetap, sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga. Bagian pembelian juga melakukan pembelian berupa kerajinan-kerajinan perak ( cincin,gelang dan kalung ) dari para supplyer tetap karena tidak semua kerajian perak yang di jual perusahaan Narti’s Silver di produksi sendiri ada beberapa yang di pasok dari supplyer tetap yang tentunya telah memenuhi standar perak Narti’s Silver sehingga kualitas nya sama dengan yang mereka produksi sendiri.
2.3.14      Sistem penggajian & pengupahan
Dalam hal memberikan kompensasi kepada para karyawannya NARTI’S SILVER menggunakan sistem penggajian dan juga menggunakan sistem pengupahan.
1.       Sistem penggajian
Sistem penggajian digunakan untuk menggaji  Staff Kantor dan Administrasi meliputi: bagian penjualan, pemasaran, administrasi dan security. Gaji karyawan merupakan gaji tetap dan dibayar setiap satu bulan sekali.
2.       Sistem pengupahan
Sistem pengupahan yang digunakan adalah upah borongan. Sistem upah borongan ini digunakan pada bagian produksi atau para pengrajin. Upah borongan ini dibayarkan setiap borongan selesai di produksi. Sistem upah borongan ini dihitung /unit yang dihasilkan . Setiap unit yang dihasilkan di upah dengan upah yang berbeda-beda sesuai dengan motif dan tingkat kerumitannya. Biasanya untuk motif yang sederhana diupah Rp.10.000/unit. Biasanya barang yang dihasilkan seperti cincin, gelang, kalung, dll.  Sedangkan untuk motif yang rumit diupah sebesar Rp.13.000/unit. Seperti miniatur-miniatur ( becak,wayang, kapal,candi prambanan dll.) jika pada bagian karyawan yang diberikan kompensasi dengan system penggajian, mereka digaji pasti setiap satu bulan sekali dengan nominal yang sama tiap bulannya  (kecuali jika ada kenaikan gaji ataupun ada bonus yang diberikan), berbeda hal nya dengan bagian produksi, mereka diupah pada nominal dan waktu yang tidak tetap, karena sesuai dengan borongan yang mereka kerjakan, jika borongan selesai maka upah akan diberikan. Namun Narti’s Silver tidak ingin membuat para karyawannya harus menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan upahnya maka Narti’s silver menggunakan sistem upah borongan jadi setiap bulannya para pengrajin mendapatkan upah sesuai dengan jumlah atau unit kerajinan yang mereka hasilkan.
2.3.15 Sistem penerimaan dan pengeluaran kas
1.       Sistem penerimaan kas
Penerimaan kas perusahaan Narti’s Silver berasal dari dua sumber utama,yaitu : penerimaan kas dari penjualan tunai ( terdiri dari : over the counter sale, cash on delivery sale, credit card sale ) dan penerimaan dari kas piutang. Sistem penerimaan kas erat kaitannya dengan system penjualan. Sistem  penerimaan kas sama halnya dengan pendapatan. Besarnya jumlah penerimaan kas ( pendapatan) tergantung dari  besarnya pendapatan bagian penjualan atau besarnya penjualan. Dalam satu bulan perusahaan Narti’s Silver dapat mendapatkan omset sekitar Rp.200.000.000,00.
2.       Sistem pengeluaran kas
Untuk melaksanakan pengeluran ada dua sistem yang dapat dilakukan perusahaan Narti’s Silver yaitu : sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek dan sistem pengeluaran kas dengan uang tunai melalui  sistem dana kas kecil.  Pengeluaran kas yang tidak dapat dilakukan dengan cek biasanya karena jumlahnya relative kecil, sehingga dilaksanakan melalui dana kas kecil. Perusahaan Narti’s silver menggunakan kedua-duanya, Narti’s silver menggunakan dengan sistem cek apabila transaksi tersebut menggunakan dana yang cukup besar, misalnya pembelian bahan baku kepada PT. Aneka Tambang dan para supplyer sedangkan apabila transaksi tersebut tergolong kecil maka perusahaan Narti’s Silver menggunakan dengan sistem  dana kecil.

2.4        Kunjungan ke Keraton Kesultanan Yogyakarta – Yogyakarta
IMG_4100.JPGIMG_4158.JPG






2.4.1 Sejarah Keraton Yogyakarta
Sebelum Paku Buwono II wafat,, kekuasaan seluruh tanah jawa telah diserahkan kepada  VOC (16 Desember 1749). Karena itulah yang menobatkan/mengangkat raja-raja di Jawa keturunan Paku Buwono II adalah VOC. Setelah Paku Buwono II wafat, Belanda mengangkat Raden Mas Suryadi (Putra Mahkota) sebagai Sunan Paku Buwono III. Ia akhirnya menjadi boneka , karena menurut kontrak politik, raja tersebut hanya berkedudukan sebagai peminjam tanah VOC.
Pada masa pemerintahan Paku Buwono III ini, perlawanan Pangeran Mangkubumi (Adik Paku Buwono II sekaligus sebagai penasehat kepercayaannya) terhadap Belanda semakin menghebat. Dalam setiap pertempuran pasukan Belanda selalu terdesak oleh serangan Pangeran Mangkubumi. Bahkan ketika terjadi pertempuran sengit di sungai Bogowonto, semua pasukan Belanda termasuk komandannya mati terbunuh. Akhirnya Belanda meminta Pangeran Mangkubumi untuk berunding.
Perundingan/Perjanjian itu dilakukan antara ketiga pihak, yaitu Pangeran Mangkubumi, Paku Buwono III dan Belanda/VOC. Perjanjian itu diadakan di desa Giyanti (Salatiga) pada tanggal 13 Februari 1755, maka disebut perjanjian Giyanti. Akibat dari perjanjian itu, kerajaan Mataram dibagi menjadi dua bagian, yaitu Kraton Kasunan Surakarta dan Kraton Kaultanan Yogyakarta.
Dengan daerah barunya itu maka pada tahun 1756 Pangeran Mangkubumi mendirikan kerajaan Mataram Yogyakarta di wilayah Beringan. Dan Kemudian beliau bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I. Gelar lengkapnya adalah: Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Ngalogo Ngabdurahman Sayidin Panotogomo Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I Ing Ngayogyakarta Hadiningrat.
2.4.2 Fungsi Keraton Yogyakarta
1. sebagai tempat tinggal raja dan keluarganya
2. Sebagai pusat pemerintahan
3. Sebagai pusat kebudayaan dan pengembangannya
4. Pada jaman kemerdekaan, mulai dibuka untuk kepentingan umum, seperti kegiatan pariwisata, kegiatan ilmu pengetahuan, serta kegiatan lain yang ada hubungannya dengan kepentingan masyarakat.
5. Merupakan museum perjuangan bangsa, karena Yogyakarta dengan kratonnya pernah digunakan sebagai tempat kegiatan perjuangan fisik maupun kegiatan pemerintahan ketika ibukota Republik Indonesia berada di Yogyakarta.
2.4.3 Raja-raja Kesultanan Keraton Yogyakarta
1. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO I
http://i218.photobucket.com/albums/cc252/swarabhumi/HB1.jpg
Nama Kecil          : Bendara Raden Mas Sujono
Tanggal lahir       : 4 Agustus 1717
Naik tahta           : 13 februari 1792
Wafat                    : 24 maret 1792
Permaisuri          :
1. Gusti Kanjeng Ratu Kencana, putri dari Bendara Pangeran Harya Diponegoro (putra sunan Paku Buwono I ), di Madiun
2. Gusti Kanjeng Ratu Tegalrejo, putri dari Kyai/Nyai Hageng Drepoyudo yang disemayamkan di Majanjati, Sragen serta Kuncen Yogyakarta.
Jumlah istri termasuk permaisuri adalah 25 orang dan jumlah putra putrinya adalah 32 orang.
2. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO II
http://masdidit88.files.wordpress.com/2009/12/hb-2-edit_resize.jpg
( Putra ke 5 atau putra sulung dari Gusti Kanjeng Ratu Kadipaten)
Nama Kecil          : Gusti Raden Mas Sundoro
Tanggal lahir       : 7 Maret 1750
Naik tahta           : 2 April  1792
Wafat                    : 3 Januari 1828
Permaisuri          :
1. Gusti Kanjeng Ratu Kedhaton
2. Gusti Kanjeng Ratu Hemas
3. Gusti Kanjeng Ratu Kencana Wulan
4. Gusti Kanjeng Ratu Sultan
Jumlah istri termasuk permaisuri dalah 28 orang, dan jumlah putra putri seluruhnya 80 rang)
3. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO III
http://id.rodovid.org/images/thumb/0/01/HB_III.jpg/180px-HB_III.jpg
(Putra ke lima/ putra sulung dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Kedhaton)
Nama Kecil          : Gusti Raden Mas Surojo
Tanggal lahir       : 20 Februari 1769
Naik tahta           : 12 Juni 1812
Wafat                    : 3 November 1814
Permaisuri          :
1. Gust Kanjeng Ratu Kencana yang kemudian bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hageng
2. Gusti Kanjeng Ratu Hemas
3. Gusti Kanjeng Ratu Wandhan
Seluruh istri termasuk permaisuri berjumlah 25 orang, dan jumlah putra-putri adalah 32 orang.
4. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IV
http://1.bp.blogspot.com/-dCncvjaUhYk/UJY47Z0tNFI/AAAAAAAAD98/dIrTISm12yQ/s1600/hb4.jpg
(Putra ke 18/ putra bungsu dari Gusti Kanjeng Ratu Hageng)
Nama Kecil          : Gusti Raden Mas Ibnu Jarot
Tanggal lahir       : 3 April 1804
Naik tahta           : 10 November 1814
Wafat                    : 26 Desember 1823
Permaisuri          : Gusti Kanjeng Ratu Kencono yang kemudian bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hageng, putri dari Raden Adipati Danurejo II (Pepatih dalem di Kraton Yogyakarta)
Aeluruh istri termasuk permaisuri ada 9 orang, dan jumlah putra-putri seluruhnya 18 orang.
5. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO V
http://3.bp.blogspot.com/_QxFCU1D19cw/TRhyTZSloiI/AAAAAAAABD0/q_fBK7PSvzs/s1600/hb5.jpg
(Putra keenam/ Putra ke dua dari Gusti Kanjeng Ratu Kencono)
Nama Kecil          : Gusti Raden Mas Gathot Menol
Tanggal lahir       : 24 Januari 1820
Naik tahta           : 19 Desember 1823
Wafat                    : 5 Juni 1855
Permaisuri          :
1. Gusti Kanjeng Ratu Kencono
2. Gusti Kanjeng Ratu Kedhaton
Seluruh istri termasuk permaisuri berjumlah 5 orang dan jumlah putra-putri seluruhnya 9 orang.
6. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO VI
http://masdidit88.files.wordpress.com/2009/12/hb6.jpg
(Adik dari Sri Sultan Hamengku Buwono V)
Nama Kecil          : Gusti Raden Mas Mustojo
Tanggal lahir       : 10 Agustus 1821
Naik tahta           : 5 Juli 1855
Wafat                    : 20 Juli 1877
Permaisuri          :
1. Gusti Kanjeng Ratu Kencono yang kemudian bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hamengku Buwono
2. Gusti Kanjeng Ratu Sultan yang kemudian bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hageng
Seluruh istri termasuk permaisuri adalah 10 orang dan jumlah putra-putri seluruhya 23 orang.

7. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO VII
http://kalaalam.files.wordpress.com/2010/07/hb7.jpg
(Putra pertama/ Putra sulung dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Sultan)
Nama Kecil          : Gusti Raden Mas Murtejo
Tanggal lahir       : 4 Februari 1839
Naik tahta           : 13 Agustus 1877
Turun Tahta        : 29 Januari 1921
Wafat                    : 30 Desember 1921
Permaisuri          :
1. Gusti Kanjeng Ratu Kencono, kemudian diasingkan lalu bergelar Gusti Kanjeng Ratu Wandhan.
2. Gusti Kanjeng Ratu Hemas, lalu bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hageng
3. Gusti Kanjeng Ratu Kencono
Seluruh istri termasuk permaisuri berjumlah 28 orang dan jumlah putra-putri seluruhya adalah 78 orang.
8. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO VIII
http://masdidit88.files.wordpress.com/2009/12/hb8.jpg?w=523&h=788
(Putra ke 23/ putra ke 5 Gusti Kanjeng Ratu Hemas)
Nama Kecil          :  Gusti Raden Mas Sujadi
Tanggal lahir       : 3 Maret 1880
Naik tahta           : 8 februari 1921
Wafat                    : 22 Oktober 1939
Permaisuri          :  Kanjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegoro (putri dari Sri Sultan Hamengku Buwono VI)
Seluruh istri termasuk permaisuri ada 8 orang dan putra-putri berjumlah 41 orang)
9. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX
http://jogjakini.files.wordpress.com/2011/12/sri-sultan-hb-ix.jpg
(satu-satunya putra dari permaisuri)
Nama Kecil          : Gusti Raden Mas Dorojatun
Tanggal lahir       : 12 April 1912
Naik tahta           : 18 Maret 1940
Wafat                    : 3 Oktober 1988
Permaisuri  tidak ada, istri selir ada lima, yaitu:
1. Kanjeng Raden Ayu Pintoko Purnomo Hamengku Buwono IX
2. Kanjeng Raden Ayu Widyaningrum HamengkuBuwono IX
3. Kanjeng Raden Ayu Hastungkoro Hamengku Buwono IX
4. Kanjeng Raden Ayu Ciptomurti Hamengku Buwono
5. Kanjeng Raden Ayu Norma Nindya Kirana Hamengku Buwono IX
10. SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X
http://masdidit88.files.wordpress.com/2009/12/hb10.jpg
(Putra ke lima/ Putra ke dua dari Garwa Ampeyan Kanjeng Ratu Ayu Widyaningrum Hamengkubuwono IX)
Nama Kecil          : Bendara Raden Mas Herjuno Darpito
Tanggal lahir       : 2 April 1946
Naik tahta           : 7 Maret 1989
Permaisuri          :  Bendara Raden Ayu Attik Mangkubumi yang bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hemas (putri dari Kolonel R. Supono Digdosastropranoto)
Putra dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ada 5, semuanya perempuan. Pada tanggal 3 Oktober 1998 dilantik menjadi Gubernur DI. Yogyakarta hingga sekarang.
2.4.4          Bagian-bagian Dari Keraton Yogyakarta
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah salah satu aset kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keraton yang berlokasi di hutan Garjitawati, desa Beringin dan Pacetokan, ini mulai dibangun pada tahun 1755, dan terus berlanjut hampir 40 tahun kemudian, selama masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I. Di sinilah pusat perkembangan kebudayaan, khususnya kebudayaan Jawa. 
Luas Keraton mencapai kurang lebih 14.000 m2, dan terdiri dari 7 bagian. Mengapa 7? Ada satu asumsi peninggalan agama Hindu, bahwa angka 7 merupakan angka yang sempurna. Hal ini juga sesuai dengan prinsip kosmologi Jawa, bahwa dunia terdiri dari 3 lapisan, yaitu dunia atas, tempat bersemayamnya para dewa dan supreme being; dunia tengah, tempat manusia; dan dunia bawah, tempat dimana kekuatan-kekuatan jahat bersemayam. Dunia atas dan bawah masing-masing terdiri dari 3 bagian, sehingga lapisan dunia ini pun menjadi 7 lapisan.
Ketujuh bagian (seven steps to heaven) Keraton adalah:
Lingkungan I : Alun-alun Utara sampai Siti Hinggil Utara
Lingkungan II : Keben atau Kemandungan Utara
Lingkungan III : Srimanganti
Lingkungan IV : Pusat Keraton
Lingkungan V : Kemagangan
Lingkungan VI : Kemagangan Kidul (Kemagangan Selatan)
Lingkungan VII : Alun-alun Selatan sampai Siti Hinggil Selatan

Sembilan Gerbang = Sembilan Lubang di Tubuh Manusia
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki 9 buah gerbang/ pintu masuk, yang masing-masing menghubungkan 9 pelataran yang ada di wilayah Keraton. Sembilan gerbang itu sendiri melambangkan 9 buah lubang di tubuh manusia. Jika seseorang mampu menutup seluruh lubang yang ada di tubuhnya, maka ia dianggap telah mencapai tingkat meditasi tertinggi.
Kesembilan gerbang itu adalah:
1. Gerbang Pangarukan
2. Gerbang Tarub Hagung
3. Gerbang Brajanala
4. Gerbang Srimanganti
5. Gerbang Danapratapa
6. Gerbang Kemagangan
7. Gerbang Gadung Mlati
8. Gerbang Kemandungan
9. Gerbang Plengkung Gading

Pola Konsentris Tata Ruang dan Makna Arsitektur Keraton.
Kalau kita potret seluruh kompleks Keraton Yogyakarta, maka akan jelas terlihat bahwa semua bagian di dalamnya membentuk suatu pola/tatanan yang konsentris. Dalam tatanan ini kedudukan titik pusat sangat dominan, sebagai penjaga kestabilan keseluruhan tatanan. 
Pada keraton-keraton Dinasti Mataram, keberadaan pusat ini diwujudkan dalam bentuk Bangsal Purbayeksa/ Prabuyasa, yang berfungsi sebagai persemayaman pusat kerajaan dan tempat tinggal resmi raja. Bangsal ini dikelilingi oleh pelataran Kedaton, kemudian berturut-turut adalah pelataran Kemagangan, Kemandungan, Siti Hinggil, dan Alun-Alun pada lingkup terluar. 
Lapisan Terluar 
http://3.bp.blogspot.com/-owdeo4Rgpf8/T1jz4m3qGbI/AAAAAAAAM_4/cS6Xm0zQVRs/s1600/100_2243.jpg
Pada lapisan ini terdapat Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Di Alun-alun Utara terdapat Masjid Agung, Pekapalan, Pagelaran, dan Pasar, yang seluruhnya membentuk Catur Gatara Tunggal. Sedangkan di Alun-alun Selatan, terdapat sebuah Kandang Gajah.
Satu ciri utama dari Alun-alun adalah, adanya dua buah pohon beringin bernama “Wok”, yang berarti gadis. Di tengah Alun-alun juga ada dua pohon beringin, yang ditutupi oleh dinding. Kedua pohon ini dinamakan “Supit-urang” (Supit artinya khitanan). Supit-urang itu melambangkan bagian yang paling rahasia dari tubuh manusia. Itulah kenapa kedua pohon itu ditutupi oleh dinding. 
Alun-alun dibatasi oleh pohon Pakel dan Kuweni (keduanya adalah jenis mangga). Dalam bahasa Jawa, Pakel sama artinya dengan akil-balik, yang melambangkan kedewasaan. Dan Kuweni diambil dari kata ‘wani’ yang berarti berani.
Lapisan Kedua
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/eb/Siti_Hinggil_Keraton_Surakarta.jpg
Pada lapisan ini terdapat Siti Hinggil Utara dan Siti Hinggil Selatan. Dalam bahasa krama hinggil, kata “siti” berarti tanah, dan “hinggil” berarti tinggi. Jadi secara harafiah Siti Hinggil artinya adalah tanah tinggi. Tapi maksud sebenarnya adalah lokas dan posisi bangsal dengan lingkungannya lebih tinggi dari bangsal-bangsal yang ada di sekitarnya.
Di Siti Hinggil Utara terdapat antara lain, Bangsal Witana dan Bangsal Manguntur, yang digunakan sultan untuk upacara kenegaraan. Sedangkan di Siti Hinggil Selatan, kita akan menemukan sebuah “bangsal” (ruangan terbuka), yang dipergunakan untuk kepentingan sultan yang sifatnya lebih privat, seperti menyaksikan latihan keprajuritan, sampai adu macan dengan manusia (rampogan) atau banteng. Di tengah-tengah bangsal tersebut terdapat “gilang” (semacam pendopo), yang digunakan sebagai singgasana sultan. Siti Hinggil dikelilingi oleh pohon gayam, melambangkan anak muda yang sedang jatuh cinta, merasa aman, dan bahagia. Sementara bagian halamannya ditanami pohon mangga dan soka, yang memiliki bunga sangat indah, dan melambangkan asal-usul manusia.
Siti Hinggil dikelilingi oleh jalan yang disebut “Pamengkang” (melambangkan kedua kaki manusia). Pamengkang berasal dari kata “mekangkang”, yang berarti posisi kaki kita ketika direntangkan melebar. 
Lapisan Ketiga
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/6d/Kori_kamandungan.jpg
Pada lapisan ini terdapat Pelataran Kemandungan Utara dan Pelataran Kemandungan Selatan, yang merupakan ruang transisi menuju pusat. Kemandungan itu sendiri berasal dari kata “ngandung” yang berarti kehamilan. 
Pada Pelataran Kemandungan Utara kita akan menemukan salah satunya adalah Bangsal Pancaniti, dan di Pelataran Kemandungan Selatan terdapat Bangsal Kemandungan. Secara harafiah, Bangsal Pancaniti berarti memeriksa lima. Di sinilah Sultan melakukan pengadilan. Bangsal ini juga digunakan oleh sebagian Abdi Dalem menunggu untuk menghadap Sultan. 
Pada dinding sebelah kanan dan kiri Kemandungan ada dua buah pintu yang membawa kita menuju lorong keluar. Keduanya melambangkan pengaruh negatif yang dapat membahayakan seorang anak.
Bagian halaman Kemandungan ditanami oleh pohon Kepel, Cengkirgading, Pelem, dan Jambu Dersana. Pemilihan jenis pohon ini juga bukan tanpa makna. Kepel berasal dari kata berbahasa Jawa, “kempel” yang berarti bersatu. Cengkirgading adalah jenis kelapa yang paling indah, kecil, dan berwarna kuning. Ia digunakan untuk upacara “nujuh bulan” (sebuah upacara ketika seorang anak menginjak usia 7 bulan). Pelem berasal dari kata “gelem”, berarti saling pengertian. Sedangkan jambu Dersana berasal dari kata “darsana” yang berarti hal terbaik dari seorang manusia. 
Lapisan Keempat
https://awaluddintahir.files.wordpress.com/2013/03/abdi-dalem.jpg
Di sebelah utara, kita akan menemukan Pelataran Srimanganti, tempat Sultan sering menerima tamu yang tidak terlalu formal dan semi formal. Di wilayah ini terdapat antara lain Bangsal Trajumas di sisi utara, dan Bangsal Srimanganti di sisi selatan, yang berfungsi sebagai ruang tunggu untuk menghadap raja. Untuk masuk ke Pelataran Srimanganti, kita harus terlebih dulu melewati Gerbang Srimanganti. 
Di sebelah selatan lapisan ini terdapat Pelataran Kemagangan. Kemagangan berasal dari kata berbahasa Jawa, “magang”, yang berarti kedatangan. Kalau kita berjalan dari arah selatan (Alun-alun Selatan), maka untuk masuk ke dalam Pelataran Kemagangan ini kita harus melewati Gerbang Gadung Mlati. Arti kata Gadung Mlati itu sendiri adalah bayi akan dilahirkan. Makanan untuk bayi itu pun sudah disiapkan. Hal ini disimbolkan dengan keberadaan dapur Gebulen dan Sekullanggen, di sisi kiri dan kanan pelataran.
Pusat Konsentrik
http://1.bp.blogspot.com/-phNVd4v5Ltc/UtoQZH1aoWI/AAAAAAAAAHw/H_aGT_UD4GA/s1600/223803_315429278541511_1443773681_n.jpg
Pusat konsentrik dari tata ruang keraton adalah Pelataran Kedaton yang merupakan tempat paling dalam dan keramat. Pelataran Kedaton merepresentasikan gunung keramat, tempat bersemayamnya para dewa. Di pusatnya terdapat rumah segala pusaka milik Keraton, Prabayeksa, dan Bangsal Kencana, tempat dimana Sultan bertahta dan memerintah sepanjang tahun. Di tempat ini Sultan menerima tamu paling penting setara Presiden dan Gubernur.
Di komplek ini jugalah Sultan dan keluarganya tinggal. Tempat tinggal Sultan kita kenal dengan nama Gedong Jene, terletak di sebelah utara Kedaton. Kedaton itu sendiri merupakan simbol kedewasaan pikiran dan jiwa seorang manusia. Bila kita selalu bersikap baik dan melayani, berpikiran dan berhati baik, kita akan memperoleh segala sesuatu sesuai dengan apa yang kita harapkan sesuai dengan cita-cita dan ambisi kita. Itulah makna Kedaton.
2.4.5 Kraton Yogyakarta sebagai tempat Pariwisata
Kraton Yogyakarta dibuka untuk kegiatan wisata pukul 09.00-14.00. Untuk masuk ke dalam kraton tersebut maka dikenakan biaya tiket. Tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp 7.000 sedangkan untuk wisatawan asing adalah Rp 12.500.  Adapun bagi pengunjung yang membawa kamera dan ingin mendokumentasikan kunjungannya di Kraton tersebut maka harus membayar Rp. 1.000 dan setelah itu mendapatkan kertas berwarna hijau yang digelangkan di tangan sebagai bukti bahwa orang tersebut mendapat izin untuk berfoto-foto.
Setiap wisatawan yang berkunjung ke Kraton Yogyakarta akan didampingi oleh tour guide. Wisatawan akan diajak berkeliling-keliling Kraton dan dijelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kraton. Adapun peraturan-peraturan yang harus ditaati selama berada didalam Kraton yaitu:
1.       Pengunjung harus berpakaian yang sopan
2.       Tidak boleh mengambil foto bagian-bagian dalam kraton yang ada larangannya
3.       Tidak boleh berjalan dilokasi-lokasi yang ada tulisan dilarang melintasi atau berjalan dilokasi tersebut
4.       Pengunjung dilarang memegang benda-benda yang dilarang untuk dipegang

2.5       IMG_4168.JPGMalioboro_Street,_Yogyakarta.JPG Sentra Kegiatan Jual Beli di Pasar Tradisional Yogyakarta “Malioboro” – Yogyakarta






Jalan Malioboro adalah saksi sejarah perkembangan Kota Yogyakarta dengan melewati jutaan detik waktu yang terus berputar hingga sekarang ini. Membentang panjang di atas garis imajiner Kraton Yogyakarta, Tugu dan puncak Gunung Merapi. Malioboro adalah detak jatung keramaian kota Yogyakarta yang terus berdegup kencang mengikuti perkembangan jaman. Sejarah penamaan Malioboro terdapat dua versi yang cukup melegenda, pertama diambil dari nama seorang bangsawan Inggris yaitu Marlborough, seorang residen Kerajaan Inggris di kota Yogjakarta dari tahun 1811 M hingga 1816 M. Versi kedua dalam bahasa sansekerta Malioboro berarti “karangan bunga” dikarenakan tempat ini dulunya dipenuhi dengan karangan bunga setiap kali Kraton melaksanakan perayaan. Lebih dari 250 tahun yang lalu Malioboro telah menjelma menjadi sarana kegiatan ekonomi melalui sebuah pasar tradisional pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Dari tahun 1758 – sekarang Malioboro masih terus bertahan dengan detak jantung sebagai kawasan perdagangan dan menjadi salah satu daerah yang mewakili wajah kota Yogyakarta
Sepanjang jalan Malioboro adalah penutur cerita bagi setiap orang yang berkunjung di kawasan ini, menikmati pengalaman wisata belanja sepanjang bahu jalan yang berkoridor (arcade). Dari produk kerajinan lokal seperti batik, hiasan rotan, wayang kulit, kerajinan bambu (gantungan kunci, lampu hias dan lain sebagainya) juga blangkon (topi khas Jawa/Jogja) serta barang-barang perak, hingga pedagang yang menjual pernak pernik umum yang banyak ditemui di tempat lain. Pengalaman lain dari wisata belanja ini ketika terjadi tawar menawar harga, dengan pertemuan budaya yang berbeda akan terjadi komunikasi yang unik dengan logat bahasa yang berbeda. Jika beruntung, bisa berkurang sepertiga atau bahkan separohnya. Tak lupa mampir ke Pasar Beringharjo, di tempat ini kita banyak dijumpai beraneka produk tradisional yang lebih lengkap. Di pasar ini kita bisa menjumpai produk dari kota tetangga seperti batik Solo dan Pekalongan. Mencari batik tulis atau batik print, atau sekedar mencari tirai penghias jendela dengan motif unik serta sprei indah bermotif batik. Tempat ini akan memuaskan hasrat berbelanja barang-barang unik dengan harga yang lebih murah. Berbelanja di kawasan Malioboro serta Beringharjo, pastikan tidak tertipu dengan harga yang ditawarkan. Biasanya para penjual menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan.
Menariknya, para penjual di sepanjang Pasar Malioboro tidak dikenakan tarif sewa kios jual, tidak sama seperti pasar lainnya yang setiap penjual dikenakan tarif sewa oleh pemilik pasar. Diketahui dari bapak Budi salah satu penjual batik di Pasar Malioboro, beliau mengatakan tidak ada tariff sewa kios setiap kali beliau berjualan yang sudah masuk tahun ke 15. Barang yang beliau jual meliputi Batik, Baju Batik, Blangkon, Pakaian adat Abdi Keraton, dll. Barang jualan didapatkan dari pengepul pasar yang sudah beliau percaya dari semenjak pertama berjualan. Diakui bapak Budi, penghasilan yang bisa didapatkan dalam waktu satu bulan adalah sebesar Rp300.000 pada hari biasa, namun apabila pada hari libur dan banyak wisatawan berkunjung, penghasilan dapat bertambah 2 kali lipat daripada biasannya.
2.6        Sentra Produksi Sepatu Kulit di Cibaduyut “GRUTTY SHOES” – Bandung


DSC06734.JPG,Sepatu-Cibaduyut-01.jpg
 
                      





         

Cibaduyut Bandung berada di daerah selatan Bandung kira kira dari pusat kota sekitar 30 menit. Kawasan ini awalnya terkenal dengan sentral sepatu kulit. Untuk menuju ke Cibaduyut tidak sulit. Di tandai dengan patung sepatu yang besar di depan perempatan sebelum memasuki jalan Cibaduyut Bandung. Dengan adanya patung yang Sepatu memudahkan untuk para pengunjung untuk bisa sampai ke cibaduyut bandung, karena patung sepatu merupakan lambang atau ciri khas dari jalan cibaduyut dan patung sepatu satu-satunya yang ada di kota Bandung. Pantung sepatu cibaduyut merupakan akses pintu masuk menuju dari jalan Cibaduyut Bandung.
Sepanjang Jalan Cibaduyut Bandung banyak berdiri toko toko yang menjual dan menerima pesanan sepatu. Semua ukuran sepatu dapat dibuatkan di sini. Daerah ini terkenal karena harga yang mereka tawarkan cukup murah, dan kwalitas yang cukup bagus
2.6.1.        Profil Grutty Shoes
Grutty Shoes adalah sebuah toko/mall yang khusus menjual sepatu dan tas buatan Cibaduyut. Mereka juga memiliki beberapa kios yang menjual pakaian, makanan, dll., serta sebuah tempat parkir di dalam area yang sama. Meskipun mereka memajang produk-produknya, pengunjung dapat meminta katalog untuk melihat koleksi lengkapnya.
Grutty Shoes & Bags adalah perusahaan pabrikasi bermacam-macam alas kaki, tas seminar dan traveller. Dengan menjaga kualitas yang prima serta mutu yang terjamin siap melayani permintaan customer sesuai kebutuhan. Gigih, Rajin, Ulet, Tekun, Tabah, Yakin adalah motto grutty.
Lokasi
:
Jl. Cibaduyut Raya No. 66
Telepon
:
022 5425888, 54254242, 91514001
Jam operasional
:
setiap hari, pk. 8:00-20:00
Fasilitas
:
toilet, area parkir, tempat makan
Fasilitas umum terdekat
:
ATM, toko-toko sepatu dan tas di sepanjang Jl. Cibaduyut
Cara menuju ke sana
:
silakan melihat informasi di Jalan Cibaduyut di atas
Keterangan
:
menerima pembayaran dengan kartu kredit.
Produk-produk yang dijual Sbb:
a.       Pekaian pria
b.      Pakaian wanita
c.       Sepatu pria
d.      Sepatu wanita
e.      Tas
f.        Pakaian anak-anak
g.       Aksesoris
h.      Trekking

2.7        Sentra Produksi Celana di Ciampelas “ Toko PinokioBandung
cihampelas.jpgcihampelas-bandung-1.jpgjeans.jpg






Nama Cihampelas berasal dari dua kata yaitu ci dan hampelasCi dalam bahasa Sunda berarti air sedangkan hampelas adalah nama jenis pohon yang daunnya kasar seperti kertas amplas yang banyak tumbuh di daerah Cihampelas pada jaman dulu. Nama Cihampelas sendiri bermula pada jaman pemerintahan colonial Hindia Belanda. Pada saat itu, daerah Cihampelas yang masih masuk kawasan Bandung utara merupakan tempat pemukiman orang- orang Eropa dimana banyak berdiri  bangunan – bangunan bernuansa arsitektur romantik Belanda. Di daerah pemukiman inilah pada tahun 1900-an didirikan sebuah tempat pemandian dengan nama Tjihampelas (sekarang Cihampelas). Pemandian ini awalnya hanyalah sebuah kolam ikan milik Ny. Savoyy Homan. Sebelum kemudian dibangun pada tahun 1902-1904 menjadi kolam renang pertama di Indonesia yang pada saat itu hanya diperuntukkan bagi orang – orang Eropa atau orang – orang pribumi dari kalangan bangsawan. Sumber air kolam berasal dari daerah sekitarnya yang banyak ditumbuhi pepohonan Hampelas yang daunnya banyak digunakan sebagai penggosok badan. Nama Tjihampelas kemudian dipakai sebagai nama jalan yang menjadi cikal bakal Jalan Cihampelas saat ini.
Jika Anda jalan-jalan ke Bandung, jangan lewatkan berkunjung ke Sentra Jeans Cihampelas. Cihampelas adalah nama sebuah jalan di Kota Bandung yang terkenal sebagai sentra produksi jeans. Tidak salah jika kawasan ini biasa disebut dengan "Jeans Street". Di sepanjang jalan ini berderet puluhan toko dengan arsitektur unik sebagai ruang pamer penjualan berbagai produk pakaian, terutama celana yang berbahan dasar jeans. Produk jeans yang ditawarkan di kawasan ini cukup beragam, berkualitas tinggi, dan harganya pun terjangkau. Jeans produk Cihampelas ini terkenal dengan daya tahannya. Perkembangan kawasan Cihampelas sebagai sentra jeans tidak terlepas dari sejarah perjalanan Kota Bandung.
Pada era kolonial Hindia Belanda, kawasan Cihampelas merupakan permukiman orang Eropa, di mana gedung-gedung bergaya romantik Belanda banyak berdiri di kawasan ini. Dengan berakhirnya masa penjajahan, rumah tinggal di kawasan ini satu per satu berpindah tangan baik secara sistem beli maupun sewa. Sekitar tahun 1987, seorang pengusaha mencoba untuk mendirikan sebuah toko jeans, dan ternyata usaha itu memiliki prospek yang bagus. Ia pun mengajak rekan-rekannya, baik dari pengusaha pabrik maupun distributor jeans, untuk membuka usaha di tempat ini. Besarnya minat para pengusaha itu menyebabkan banyak rumah tinggal yang dikomersilkan menjadi tempat usaha. Pada era 1990-an, kawasan ini pun semakin terkenal sebagai sentra jeans di Kota Bandung. Saat hari-hari libur maupun weekend, kawasan ini ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan dari mancanegara.
2.1.1.        Profil Toko Pinokio
Toko Pinokio didirikan oleh Hendri Kusada pada maret 2014,
2.1.2.        Sistem penjualan dan pembelian
Toko Pinokio terhitung toko baru di ciampelas yang logo tokonya bergambar pinokio Toko Pinokio tidak hanya menjual Jeans tapi juga baju,boneka, sandal, dll. Persedian barang toko Pinokio Membeli dari para Pengaji di Ciampelas, seperti jeans,dan sandal dari Cibaduyut, serta Baju Khas Yogyakarta. Toko Pinokio ini pencatatn keuangan nya telah terkomputerisasi dimana setiap barang yang dijual langsuna terdata dalam computer.
2.1.3.        Sistem Penggajian dan Pengupahan
Toko Pinokio pasti memiliki orang-orang yang bekerja menjalankan toko terdiri dari 4 karyawan sbb:
a.       Handayani bertugas sebagai pelayan untuk pembeli
b.      Diania bertugas sebagai kasir
c.       Danil bertugas sebagai penyusun barang dan memeriksa Stok barang digudang.
d.      Kanila bertugas sebagai pelayan konsumen.
Toko Pinokio ini dihandel oleh asisten pemilik yaitu Bapak Junaidi yang setiap sore akan datang dan mengontrol toko. Sistem penggajian tergantung pada tugas yang di emban setiap karyawan misalnya penjaga gudang gaji per bulan mencapai Rp.1.600.000, gaji pelayan konsumen sebesar Rp.1.200.000 dan bagian kasir Rp 1.600.000. perbedaan gaji ini karena tanggung jawab yang di emban mempunyai resiko yang berbeda-beda.
2.1.4.        Sistem Pemasaran
Toko Pinokio dalam rangka  menarik pelanggan menggunakan Strategi pemasaran diskon terhadap barang yang dijual yang mencapai dari 20% sampai 35%.

2.8        Dunia Fantasi Ancol - Jakarta
IMG_4419.JPG





2.8.2          Deskripsi Dunia Fantasi Ancol
Sejarah Dufan terletah di Jakarta Utara. Pada tahun 1957 di Jakarta sudah terdapat berbagai macam tempat, misalnya Taman Impian Jaya Ancol. Tetapi sepertinya masyarakat Jakarta masih haus akan tempat rekreasi. Maka pengelola bersama-sama memikirkan untuk menggunakan perpaduan teknologi tinggi mulai tahun 1980. Proyek ini merupakan fantasi (khayalan), maka tidak semua pejabat yang berwenang memberikan sebuah izin membangun sebuah proyek yang menelan dana inbestasi sebesar 12 miliar. Ini dinilai terlalu ambisius untuk sebuah rekreasi. Namun dengan adanya kerja keras yang sanyat tunggi dengan abantuan SALUNTY dan Fartans yakni mengelola Amustment park, akhirunya proyek tersebut dapat dibangun dan diberi nama Dunia Fantasi (Dufan). Dufan dirancang dan ditangangi tenaga ahli Indonesia, dan pembukaannya oleh Memparposi yang waktu itu dijabat oleh Ahmad Tahir.
Dunia Fantasi (Dufan) merupakan tempat hiburan yang terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol (Ancol Jakarta Baycity), Jakarta Utara, DKI Jakarta. Dunia Fantasi dibagi dalam beberapa kawasan yang sesuai dengan tema tersendiri dan ciri khas wilayah masing-masing. Pembagian kawasan ini ditujukan untuk membangkitkan imajinasi para pengunjung yang datang ke Dufan, dimana mereka diharapkan merasakan sensasi berjalan-jalan pada daerah Jakarta jaman dahulu, yang bersensasi Afrika, Wild West, Indonesia, Eropa, Asia, Yunani, dan kawasan hiburan bertema hikayat. Selain atraksi permainan, kawasan ini juga memiliki sejumlah restoran dan toko-toko souvenir
2.8.3          Wahana Permainan Di Dunia Fantasi Ancol
1.       Turangga-rangga atau Komidi Putar Wahana
http://www.denieksukarya.com/photo_library/photo2121_07_dufan06.jpg
Wahana permainan yang diterangi berbagai lampu yang berwarna-warni dirancang untuk bersantai-santai dengan berputar-putar diatas kuda ditemani keluarga
2.       Bianglala
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQgzDo9rFpNw1cwbthpjTw73fCdX6z8Ugu1lySDkqWvBHWQ1nXH
Sebuah kincir yang cukup besar yang siap membawa ke ketinggian puluhan kaki dari atas permukaan tanah
3.       Gajah Bledug
http://www.tempatwisatamu.com/wp-content/uploads/2014/03/dufan-gajah-bledug.jpg
Gajah Bleduk sama seperti terangga-rangga hanya diajak untuk berputar-putar saja. Bedanya hanya yang dinaiki berbentuk gajah.
4.       Kora-kora
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS6ydDxuzg9GSuBkWpRcaeq5ZfRR_hsiTzaVybdbTjFxqnbqWE-
Berupa perahu yang cukup besar yang berayun ke arah depan dan belakang cukup kencang
5.       Hysteria
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/16/1748536-dufan-di-ancol-620X310.JPG
Wahana permainan yang memacu adrenalin. Karena wahana ini membuat kita seolah dilemparkan keatasdalam waktu satu per sekian detik, setelah itu langsung dilemparkan ke bawah dengan sangat cepat dan begitu seterusnya
6.       Kicir-kicir
http://ridu.files.wordpress.com/2011/02/dufan06.jpg
Wahana ini akan membawa pengunjung untuk berputar 360 derajat melintir sambil meluncur
7.       Tornando
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQsPdMH5-oWQwh-Ufgfrqox9sOxE1bBuEY0KNAJqDiz9DW3CbdU
Tornado Para penumpang atau pengunjung yang mencoba wahana ini dijungkir balikakan diatas udara begitu juga pada saat turun
8.        Istana Boneka
http://4.bp.blogspot.com/-xVdB3_JYf2k/UY83xMBbJAI/AAAAAAAABLQ/1DoQnz_1YsI/s1600/dufan-istana-boneka.JPG
Para pengunjung yang mencoba wahana ini dapat melihat berbagai jenis boneka dari seluruh dunia dengan menggunakan perahu air
9.       Happy Feet
http://images.detik.com/customthumb/2012/01/19/1025/img_20120119154602_4f17d84ad67f7.jpg?w=600
Wahana teater simulator yang menyajikan film animasi yang berceritakan mengenai komunitas penguin di Benua Antartika
10.   Pontang-pontang
http://femiadi.com/wp-content/uploads/2008/12/pontang-pontang.jpg
Wahana yang satu ini akan menghempaskan tubuhpengunjung bolak-balik ke kanan dan ke kiri dengan sangat kencang
11.   Ontang Anting
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQBE2kA9kT2nYVlPAv7doZVIi3niqZZorFBUT5YW-3XZta3xiMm0g
Ontang-Anting Seolah kursi ini membawa para pengungjung yang mencoba wahana ini terbang di udara
12.   Halilintar
http://4.bp.blogspot.com/-0PN8FchG7gU/Ub8Ue2P8adI/AAAAAAAAASE/zoTDNrLIunk/s1600/20130104-000637.jpg
Haliintar ini termasuk wahana permainan yang ekstrim. Karena pada saat kereta ini bedrada pada jalur rel yang berbentuk bulat sehingga pada saat melintasinya kita seolah merasa terbalik
13.   Arung Jeram
http://2.bp.blogspot.com/-VMDEV-4hwb4/UTt2QpAdOmI/AAAAAAAAAtU/n9n01vNEZ2s/s1600/dufan01.jpg
Arung Jeram Pengunjung akan diajak melintasi kawasan yang berbentuk seperti berda di sungai dengan arus yang deras
14.   Rajawali
http://www.karyajasa.co.id/image-upload/dufan_rajawali_resize.jpg
Rajawali Sebuah wahana yang berbentuk seperti burung terbang yang tertus berputar-putar diketinggian
15.   Perang Bintang
http://2.bp.blogspot.com/-IENrUFsUMzk/Tcdr2KHcVxI/AAAAAAAAAHs/Y4wn9B5pZUg/s1600/Picture+073.jpg
Perang Bintang Pengunjung seperti berada dalam sebuah ruangan yang didesain seperti berada diluar angkasa dan disediakan sebuah kendaraan berbentuk bulat seperti piring terbang
16.   Rumah JahilRumah
http://eniaw.files.wordpress.com/2009/07/lorongsesat.jpg
Jahil Disebut juga dengan rumah kaca karena didalam ruangan rumah ini dipenuhi dengan kaca-kaca yang membuat pengunjung kebingungan untuk mencari jalan keluar dari rumah ini
17.   Rumah Miring
http://2.bp.blogspot.com/_N1ch20hcM8E/TG7LYVJMFfI/AAAAAAAAATk/owmyh3fkS0A/s1600/Rumah+Miring.jpg
Dinamakan rumah miring karena bangungan ini berbentuk miring. Kemiringannya akan dirasakan pada saat menyusuri seluruh lantai dalam bangunan tersebut
18.   Niagara
http://ridu.files.wordpress.com/2011/02/dufan03.jpg
Pengunjung akan diajak untuk meluncur ke dalam kubangan air dengan perahu dari ketinggian beberapa meter dan pada saat meluncur para pengunjung akan terciprat oleh air
19.   Wahana Kalila dan Paddle Pop Dufan
Wahana yang berisi mengenai pertunjukan 4 dimensi petualangan yang dijalani oleh Paddle Pop yang jiga menjadi Icon salah produk es krim.
http://1.bp.blogspot.com/--nZ50WZVpug/Ub8RwXOuqOI/AAAAAAAAARc/LwhdLnlWxbQ/s1600/305878_211013568969968_1085889567_n.jpg
20.   Poci- poci
Wahana poci-poci ini bentuknya seperti kita berada disebuah meja makan raksasa.disana ada gelas berukuran cukup besar yang bisa menampung beberapa orang. Di bagian tengahnyaada juga poci ataupun teko raksasa yang menjadi perlengkap gelas besar
http://1.bp.blogspot.com/_N1ch20hcM8E/TG7J8EqM85I/AAAAAAAAATc/G89lNpIhLmM/s1600/Poci-2.jpg
21.   Alap-alap
Alap-alap ini bentuknya mirip seperti wahana halilintar tapi berukuran mini,termasuk juga rel lintasannya. Wahana alap-alap ini berputar hingga 3 kali.
http://asacinta.blogdetik.com/files/2014/04/6e85adf0d39ef2aa98fc3a4ad48c0042_m.jpg
22.   Ice Age
Wahana baru Ice Age ini bertujuan untuk mengajak seluruh pengunjung ke dalam petualangan kutub utara di zaman es, yang dihadirkan melalui cara baru dan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Apalagi wahana baru ini dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa yang sekaligus mengenalkan isu pemanasan global secara menyenangkan, Ditambah lagi, Wahana Ice Age ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan karena pengunjung akan diajak untuk mengarungi zaman es dalam 4 seri film Ice Age melalui flume ride
2.8.4          Harga Tiket Dufan
Harga Tiket Dufan No Kategori Week Day (senin-jumat) Week End (sabtu-minggu/libur)
1 Dunia Fantasi
Individu Rp. 150.000 Rp. 250.000
2 Pintu Gerbang Ancol
a.       Individu Rp.17.500 Rp.17.500
b.      Rombongan Umum Rp.16.000 Rp.16.000
c.       Rombongan Pelajar Rp.14.000 Rp.14.000
3             Pintu Gerbang Ancol - Mobil
a.       Individu Rp. 20.000 Rp. 20.000
4             Pintu Gerbang Ancol – Motor
a.       Individu Rp. 15000 Rp. 15000
5 Bus
a.       Individu Rp. 35.000 Rp. 35.000
Bagi para pengunjung yang rombongan baik pelajar maupun mahasiswa harus membayar tiket H-3 sebelum hari kunjungan.










BAB III
PENUTUP
3.1.  Kesimpulan
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Mata kuliah Praktik Akuntnasi merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa, dan dapat mengenal lebih jauh bagaimana cara bekerja dilapangan sesuai dengan teori yang didapat di kampus. Sehingga mahasiswa dapat melihat realita dilapangan apakah teori yang dipelajari sesuai dengan terjadi dilapangan,
Praktik Kerja Lapangan telah terlaksana dengan baik dalam merangsang dan memperluas pengalaman mahasiswa pada dunia usaha terutama pada sistem pencatatan keuangan perusahaan. Pelaksanaan studi Banding di UNY sedikit banyaknya telah memberikan gambaran bahwa masih banyak yang harus di benahi di FKIP ekonomi terutama yang berkaitan dengan fasilitas laboratorium.
3.2.  Saran
Semoga hubungan antar Universitas Sriwijaya dan Universita Negeri Yogyakarta  tetap terjaga dan saling bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama, semoga para mahasiswi mendapatkan banyak pelajaran dan memiliki motivasi untuk lebih meningkatkan mutu sebagai calon pendidik dimasa depannya. Diharapkan bahwa studi banding dan PKL ini tidak hanya di Universitas Negeri Yogyakarta dan di kota Yogyakarta saja tapi harus mampu mengembangkan pengetehuan dengan mengunjungi Universitas Negeri lainnya yang ada di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar